Itemize Out Of Books Olenka
| Title | : | Olenka |
| Author | : | Budi Darma |
| Book Format | : | Paperback |
| Book Edition | : | Deluxe Edition |
| Pages | : | Pages: 232 pages |
| Published | : | 1986 by Balai Pustaka (first published 1983) |
| Categories | : | Novels. Asian Literature. Indonesian Literature. Fiction. Literature |
Budi Darma
Paperback | Pages: 232 pages Rating: 4 | 886 Users | 121 Reviews
Representaion Conducive To Books Olenka
Dalam Olenka, kita dibawa dalam alam absurd penuh obsesi dan ketidakberdayaan: sebuah petualangan pikiran lebih dari perjalanan jasmani. Seorang pria bernama Fanton Drummond, yang kita tahu adalah jelmaan pengarangnya sendiri, digambarkan begitu terobsesi dengan Olenka, seniman perempuan yang keberadaannya menyerupai hantu berkelibat. Dalam perjalanan spiritual ini muncul satu per satu tokoh dengan nama-nama yang terdengar normal sekaligus ganjil: Wayne Newton suami Olenka, tormented writer yang hanya bisa menghamburkan uang dan popularitasnya, M.B. dan M.C., Galpin Danzig, James Gilpur.
List Books Toward Olenka
| Original Title: | Olenka |
| ISBN: | 979407277X |
| Edition Language: | Indonesian |
| Literary Awards: | The S.E.A. Write Award (1984), Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta for Pemenang Utama (1980), Hadiah Sastra Dewan Kesenian Jakarta for Novel terbaik (1983) |
Rating Out Of Books Olenka
Ratings: 4 From 886 Users | 121 ReviewsEvaluate Out Of Books Olenka
OLENKAPenulis : Budi DarmaPenerbit : Balai PustakaTebal : 264 halamanSeringkali ketika aku berkesempatan berada di Toko Buku ( biasanya sih di Gramedia Matraman ), aku menjumpai Orang-orang Bloomington ( OOB ) di sana, tapi entah mengapa tak tergerak hati ini untuk memilikinya apalagi membacanya. Aku merasa tidak fair dan tidak afdol jika melangkahi Olenka. Lebih enak jika menikmati sesuatu itu secara berjenjang. Terus satu hal lagi alasan ke-enggananku pada OOB adalah karena buku itu sebuah
Akhir-akhir ini entah sebuah kebetulan atau tidak, Olenka sedikit banyak mempengaruhi sayaatau Sartre kah yang melakukannya?Sering sekali saya melihat ketidakmampuan, lalu muncul perasaan ketidakberdayaan yang memuncak dan meledak: muntah atau mual-mual.Istilahnya, nausea.Bab terakhir dari buku ini: Nausea, membantu saya muntah-muntah. Betapa menjijikannya Fanton Dummond dengan segala ketertarikannya yang akhirnya pudar sendirinya.Olenka sedikit banyak mengingatkan saya bahwa Fanton Dummond

Sejak pertama kali membaca cerita pendek Budi Darma, saya merasa ada sedikit jarak antara saya sebagai pembaca dan beliau sebagai penulis yang tidak berhasil saya seberangi. Mungkin pemahaman saya saja yang tidak sampai. Atau mungkin juga hanya masalah selera. Tetapi secara utuh dan objektif saya paham benar dan mengakui kalau karya-karya Budi Darma adalah karya matang dengan teknik penceritaan yang luar biasa, yang pantas dibahas tuntas di kelas-kelas sastra di universitas, maupun di diskusi
Ada hal yang sangat menarik dari Budi Darma. Saya pertama membaca bukunya tahun 2014 setelah membelinya dari Ganesha, sebuah toko buku menyenangkan di Ubud. Orang-orang Bloomingtoon saya baca 2015. Lama sekali. Mungkin momentumnya tidak 'pas', tapi Olenka hanya saya selesaikan dalam tiga hari. Memang karena momentumnya pas saja.Menyoal narasinya? Saya jatuh cinta pada Budi Darma. Memang pengarang-pengarang lama yang sudah dibaptis waktu karyanya memang harus dibaca. Olenka adalah perjalanan
Kalau Pak Budi Darma seorang perempuan dan feminis mungkin dia adalah Ayu Utami hahaha .... Saya pernah baca kalau tidak salah Ayu Atami mengagumi karya Budi Darma atapun pernah menulis sesuatu (pengantar?) pada tulisan beliau. Saya sebenarnya pernah membaca Larung dan Saman dulu. Saya melihat kemiripan tulisan Ayu Utami dengan tulisan beliau. Tulisan yang membutuhkan pembacaan dan pemahaman interteks, referensi dari kondisi sosial historis, filosofi dan budaya (tentu saja sesuai masanya), tapi
Entah kenapa aku merasakan perasaan yang hampir sama dengan saat berkenalan dengan Holden Caufield (Catcher in the Rye) , hanya saja dengan yang ini, (Fanton Drummond) aku malah sedikit jijik. Holden lebih membuatku iba. Tapi tidak seperti dalam buku Catcher in The Rye yang sempat membuatku pusing tujuh keliling akibat sikap maju-mundurnya Holden, aku lebih suka cara berceritanya Budi Darma. bahkan sangat suka sekali.menurutku Budi Darma adalah salah seorang sastrawan terbesar yang masih

No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.